Penetapan Hari Bumi pada tanggal 22 April oleh Gaylord Nelson, seorang senator Amerika Serikat, dimeriahkan di Fakultas MIPA UI. Senin, 23 April 2018, BEM FMIPA UI mengadakan gerakan pengurangan botol plastik dengan mengajak seluruh warga MIPA untuk menggunakan tumbler (botol minum). Gerakan pengurangan botol plastik ini bertujuan untuk mengurangi produksi limbah plastik dan meningkatkan kesadaran warga MIPA akan semakin mengkhawatirkannya limbah plastik yang diproduksi di bumi.

Gerakan #YUKPAKAITUMBLER yang diusung tahun ini memberikan suatu keuntungan bagi yang berpartisipasi, yaitu siapapun yang membawa tumbler boleh mengisi ulang air minum secara gratis yang disediakan di selasar Bewan. Selain itu, berkolaborasi dengan BEM UI, pada tanggal 25 April diadakan kunjungan dari Departemen Lingkungan Hidup BEM UI 2018 dengan dibukanya suatu booth kecil di depan Bewan dimana semua mahasiswa dapat menukarkan 5 botol plastik dengan 1 buah tumbler gratis. Gerakan yang diusung oleh BEM UI ini adalah Gerakan 10K Tumbler Gratis yang diadakan di 6 fakultas mulai tanggal 25 April hingga 3 Mei 2018. Kegiatan tersebut disambut dengan antusiasme yang baik yang ditunjukkan warga MIPA, terlihat dari antrian panjang di depan booth kecil tersebut.

pengadaan galon di selasar Bewan dan botol minum scientist

Selain dari diadakannya gerakan pengurangan botol plastik, BEM FMIPA UI 2018 juga memberikan pencerdasan terlebih dahulu terkait hari bumi di akun LINE dan Instagram. Pencerdasan tersebut melingkupi informasi-informasi terkait keterbentukan bumi, evolusi bumi, evolusi benua, dan keadaan bumi saat ini. Dengan diberikannya pencerdasan tersebut, diharapkan mahasiswa MIPA dapat mempelajari lebih dalam seluk beluk bumi agar upaya mengurangi sampah plastik dapat dijalankan dengan sepenuh hati.

Dengan bertambahnya umur bumi setiap tahunnya, bertambah pula populasi manusia yang memadatinya. Seharusnya, kondisi bumi dapat lebih diperhatikan agar kelayakannya sebagai planet tempat tinggal mahluk hidup tetap terjaga. Namun faktanya, sesederhana sampah plastik saja masing-masing individu belum dapat mengolahnya. Jadi, mari selalu laksanakan gerakan pengurangan botol plastik di kehidupan kita sehari-hari agar bumi dapat selalu terjaga dan layak ditinggali hingga zamannya anak cucu kita. Gerakan kecil positif yang kita lakukan terus menerus dapat membuahkan hasil yang positif pula dikemudian hari.